admin

Gus Nadir: Jikalau Nabi Muhammad Hadir Kembali

  Walaupun Nabi Muhammad itu manusia seperti kita, namun karena beliau mendapat wahyu kenabian (Qs al-Kahfi ayat 110), maka interaksi kita dengan beliau tidaklah sama dengan cara kita berinteraksi kepada orang lain. “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs al-Ahzab ayat 40) Seandainya Nabi Muhammad hadir kembali di tengah-tengah kita, bagaimana

BJ Habibie Wafat, Santri Jarakan Gelar Shalat Ghaib dan Refleksi

Ponorogo – Setelah menerima kabar berpulangnya Presiden RI ke 3 BJ Habibie, sekitar 400 santri MTs Maarif 1 dan MAMNU Ponorogo langsung gelar Shalat Ghaib, pembacaan Tahlil dan Refleksi di kompleks Masjid Menara Al Jariyah yang terletak di kompleks Pondok Pesantren Jarakan tersebut, pada Kamis (12/9/2019). “Kita kehilangan sosok teladan dan inspirasi, seorang yang memiliki kemampuan luar biasa yang pernah dikenal bagi warga bangsa ini. Beliau, BJ Habibie adalah tekhnokrat

Kolom Gus Nadir: Islam yang Bagaimanakah yang Lebih Baik?

حدثنا عمرو بن خالد قال حدثنا الليث عن يزيد عن أبي الخير عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما أن رجلا سأل النبي صلى الله عليه وسلم أي الإسلام خير قال تطعم الطعام وتقرأ السلام على من عرفت ومن لم تعرف ‎‏(HR Bukhari- Muslim) Ada yang bertaya kepada Nabi: Islam manakah yang lebih baik? Nabi menjawab: memberi makan dan memberi salam baik kepada orang yang kamu kenal atau tidak.

Rukun (Tanpa) Tumpes Kelor

”sugih tanpa bandha, digdaya tanpa aji, nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake” (Raden Panji Sosrokartono/kakak RA Kartini) Banyak perspektif dalam kajian budaya Jawa yang meletakkan konflik sebagai ‘unsur’ tabu. Perbedaan pendapat dan bahkan perbedaan pendapatan sekalipun kadangkala akan coba di tutupi dengan idiom ‘rukun’, yang merujuk pada suasana penuh harmoni. Namun kita akan terbelalak jika membaca sejarah ‘pusat pusat kekuasaan Jawa’ –  sebutlah Kraton yang dalam sejarah selalu lekat dengan

Gus Nadir: Ibukota Pindah, NU harus Cermati Perubahan

Kepastian tentang rencana pemindahan ibu kota baru menjadi bahan diskusi penting setelah Presiden Jokowi mengumumkan lokasi baru yakni Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (26/8/2019).  merupakan keputusan penting yang dapat membawa dampak menyeluruh bagi segenap komponen bangsa, termasuk Nahdlatul Ulama. Ketua PCI NU Australia dan Pakar Hukum dari Monash University memiliki pandangan bahwa pemindahan ibu kota telah menjadi keputusan politik Jokowi.  “Ini akan menjadi keputusan hukum bila Dewan Perwakilan Rakyat

Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU 

Sembilan pedoman berpolitik warga NU merupakan hasil Muktamar ke-28 NU tahun 1989 di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, yang menjadi panduan bagi warga NU untuk berpolitik. Berikut teks lengkapnya : Sembilan Pedoman Berpolitik Warga NU Ketika NU Kembali ke Khittah 1926 di mana NU tidak lagi menjadi partai politik atau bagian dari partai politik dan tidak terikat oleh partai politik manapun, dengan sendirinya masyarakat yang selama ini cara berpolitiknya ditentukan oleh

PERNYATAAAN SIKAP JARINGAN GUSDURIAN TERKAIT PAPUA

Kita Semua Bersaudara. Pekan ini, di tengah kegembiraan masyarakat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah insiden kekerasan kembali terjadi di Papua. Warga memblokade sejumlah ruas jalan di Manokwari, bahkan kantor DPRD provinsi Papua Barat terbakar. Eskalasi kemarahan warga ini ditengarai terpicu oleh peristiwa-peristiwa kekerasan sebelumnya yang terjadi di Malang dan Surabaya Jawa Timur. Demonstrasi mahasiswa Papua pada tanggal 15 Agustus 2019, di Kota Malang, diserbu dan dibubarkan paksa oleh massa

Syukuri Kemerdekaan Santri Ponpes Jarakan Gelar Upacara Ala Santri

Ungkapan rasa syukur terhadap HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 dilaksanakan dengan selenggarakan upacara ala santri. Pagi jam 07.30 sekitar 400 santri telah berkumpul di lapangan masjid menara al Jariyah.  Yayasan Al Ittihad Ponorogo Ponpes Ittihadul Ummah Jarakan selenggarakan kegiatan ini pada  Sabtu (17/8/2019) selenggarakan upacara bendera ala Santri di Lapangan Masjid Menara Al Jariyah Jarakan Banyudono Ponorogo. Upacara tampak berbeda dikarenakan seluruh peserta dari ustadz dan santri putra menggunakan

Santri Jarakan Gelar Shalat Ghaib untuk KH Maimoen Zubair

  Indonesia kembali berduka, kehilangan salah satu ulama kharismatik, KH. Maimun Zubair. Beliau merupakan seorang alim, faqih (ahli fikih) sekaligus muharrik (penggerak). Selama ini, Kiai Maimun merupakan rujukan ulama Indonesia, dalam bidang fiqh. Hal ini, karena Kiai Maimun menguasai secara mendalam ilmu fikih dan ushul fikih. Selain itu beliau konsisten memberikan kontribusi bagi tetap tegaknya NKRI dan kemaslahatan kehidupan kebangsaan. Keluarga besar Santri dan Ustadz dan Ustadzah khususnya dari unit