Religi

Tasbih Air Mata untuk Gus Dur

Oleh: S. Tedjo Kusumo * [1] Gus, izinkan aku sedikit mencatat ingatan tentang cahayamu meski, rasanya tak mungkin bisa mengimajikan tentangmu mengenang matra pesonamu, hanyalah air mata yang tumpah membasahi wajahku kau yang pasang badan atas ketakadilan negaramu kau yang terdepan menyuarakan hakikat cinta dan kemanusiaan itu kau yang tulus mengulurkan tangan pada penderitaan rakyatmu kau yang senantiasa jernih pandang ketika mata bangsamu buta, meski kau tak bisa melihat, ternyata kau

Dan Engkau Hadir Bersama Mereka, Oh Muhammadku

Haji Yunus sedang naik angkot berdua dengan Ujang. Tiba-tiba masjid di pinggir jalan itu memutar kaset tilawatil Qur’an. Saat itu memang menjelang datangnya waktu maghrib. Jalanan sedang macet sehingga para penumpang angkot bisa mendengar jelas lantunan ayat suci al-Qur’an. Terdengarlah alunan merdu Qari’ membaca surat al-Anfal. Namun pas tiba di ayat ke-33: ‎وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ mendadak Haji Yunus menangis tersedu-sedu. Semua penumpang, termasuk Ujang, jadi terkaget-kaget melihatnya.

Gus Nadir: Jikalau Nabi Muhammad Hadir Kembali

  Walaupun Nabi Muhammad itu manusia seperti kita, namun karena beliau mendapat wahyu kenabian (Qs al-Kahfi ayat 110), maka interaksi kita dengan beliau tidaklah sama dengan cara kita berinteraksi kepada orang lain. “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (Qs al-Ahzab ayat 40) Seandainya Nabi Muhammad hadir kembali di tengah-tengah kita, bagaimana

Ziarah Makam Awliya  dan Pembaruan Etos Muslim Nusantara

Tradisi ziarah makam telah menjadi bagian penting dari kehidupan Muslim Nusantara. Bahkan ada sekelompok orang yang mentahbiskan diri sebagai ‘Sarjana Kuburan’ (Sarkub). Istilah ini dilekatkan pada seorang individu, atau sekelompok orang yang menjadikan aktivitas rutin untuk berkunjung, berziarah dan sekaligus melakukan aktivitas bermunajat kepada Allah, sembari bertawasul kepada para Awliya atau orang-orang shalih, atau tokoh-tokoh besar dalam sejarah yang dikenal suatu masyarakat. Kegiatan itu biasanya dilakukan dipusara atau kompleks pemakaman

Tenggelam dalam Aura Positif Tegalsari

Aura Positif: Bagian dalam Masjid Tegalsari Lepas pertengahan Ramadhan, masjid-masjid tua bersejarah, mulai disesaki oleh kaum muslimin. Tidak ada perintah untuk memilih masjid-masjid jami’ tertentu, tapi artinya masjid itu mustilah dipakai untuk shalat Jum’at. Dan di Ponorogo sendiri ternyata hanya masjid-masjid tertentu dipilih oleh kaum muslim dan kota sekitar. Misalnya Masjid Tegalsari di Gebang Tinatar Tegalsari. Mengapa masjid-masjid tua ini menjadi pilihan? Ada alasan di balik itu semua. Masjid-masjid itu