Perkuat Sanad dan Spiritualitas: Ponpes Jarakan Gelar Ziarah Makam Muasis Jumat Pon
Kamis malam Jumat (30/1/2025) lepas jamaah magrib sekitar 300 santri Ponpes Ittihadul Ummah, Jarakan, telah berpakaian rapi lengkap dengan seragam. Mereka bersiap untuk kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis Pahing malam Jumat Pon yakni Ziarah Muasis dan Awliya Ponorogo. Kegiatan ini dilaksanakan oleh pengurus Ponpes Ittihadul Ummah Jarakan Ponorogo, dan telah mentradisi sejak lama. “Kegiatan ziarah ini merupakan kegiatan rutin dua bulanan, di setiap malam Jumat Pon selepas maghrib hingga jam 22.00” tegas Gus Ahmad Kirom, salah satu pengasuh Ponpes Ittihadul Ummah saat ditemui crew Al Ittihad Online pada Jumat (31/1).Rangkaian kegiatan ini dimulai dengan membaca kalimah _thayibbah_ Yasin dan Tahlil di pusara muassis pondok pesantren Ittihadul Ummah KH Imam Sayuti Farid di Kradinan Jetis Ponorogo. Selepas itu kegiatan di sambung dengan shalat isya di kompleks masjid Tegalsari. Selanjutnya dilaksanakan ritus membaca _istightsah_ sekaligus ziarah di kompleks makam Tegalsari dimana terdapat pusara Kiai Ageng Muhammad Besari dan Kiai Hasan Besari dan keluarga. “Rangkaian ini merupakan ikhtiar spiritual sekaligus kunjungan intelektual untuk menghayati nilai-nilai kebaikan dari para ulama, dan pendiri pesantren” tegas KH Nasta’in, pengasuh putra PP Ittihadul Ummah Jarakan Ponorogo.”kegiatan ini di laksanakan dua bulan sekali, karena tentu jadwal kegiatan yang padat _ngaji_ di Pondok yang juga sangat padat.” tegas Gus Ahmad Kirom. Kegiatan ini diikuti oleh para pengasuh yakni Kiai Syifaul Fuad, Kiai Nastain, Gus Kirom, pada dewan Asatidz dan seluruh santri Ponpes Ittihadul Ummah Jarakan Ponorogo. “Kegiatan ini bertujuan kita melakukan ziarah rutin ulama dan muassis pondok ini, yakni menyambung ‘energi’ spiritual. Kita menyerap inspirasi dan keteladan mbah Kiai Sayuti sebagai salah satu Kyai yang alim.” Gus Kirom sambil menyitir pernyataan kiai Muhsin Mayak tentang kealiman Kiai Sayuti Farid dalam suatu kesempatan. “Ibrah dari semangat _thalabil Ilmi_ dan semangat berjuangnya muasis. _Ya,_ intinya santri tidak boleh melupakan jejak langkah, khidmah dan perjuangan para ulama dalam mensyiarkan agama, dan memberi kemanfaatan bagi sesama. Saya kira inilah pelajaran penting dengan ziarah makam rutin ini.” tegasnya.Harapannya kegiatan ini makin tertata. “Saat ini kegiatan ini lebih terkonsep dengan baik. Baik secara teknis baik kendaraan, sistem komando dengan _microphone_. Selain secara konsep untuk ke depannya perlu ditambahkan _Tausiah_ dan refleksi singkat di makam Mbah Kiai Imam Sayuti Farid. Agar sanad keilmuan dan sanad spiritual kita kita terus menyambung menyambung dengan para muasis” ujar Gus Kirom.//murd

Perkuat Sanad dan Spiritualitas: Ponpes Jarakan Gelar Ziarah Makam Muasis Jumat Pon Read More »

