Home » Archives for admin

admin

Dua Siswi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo Ukir Prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten

Dua Siswi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo Ukir Prestasi Di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten

Ponorogo – Dua siswi MA Ma’arif Nahdatul Ummah Ponorogo berhasil meraih prestasi dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Ponorogo. Prestasi tersebut diraih pada bidang Matematika Terintegrasi dan Geografi Terintegrasi. Dua siswi tersebut adalah Elfani Tazkiyatul Husna yang meraih Juara 2 Matematika Terintegrasi dan Sonya Dhifa Nur Puspa Ningrum yang meraih Juara 3 Geografi Terintegrasi. Pada tahap pelaksanaannya, Elfani dan Sonya mengikuti OMI yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 7 September 2026 yang bertempat di MAN 2 Ponorogo.

Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) merupakan ajang kompetensi yang bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa di bidang sains dan riset, mengasah kreativitas, serta membentuk karakter unggul yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Kompetisi ini diikuti oleh seluruh pelajar mulai dari jenjang MI/SD, SMP/MTs, SMA/MA, baik dari madrasah maupun sekolah umum di seluruh Indonesia.

Kepala MA Ma’arif Nahdatul Ummah, Ali Tamam S.Pd, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih kedua siswi tersebut. “Terima kasih kepada pengurus Yayasan, Bapak/Ibu guru, serta guru pembimbing atas dukungan, doa, dan persiapan yang telah diberikan. Terima kasih juga kepada seluruh peserta OMI yang telah berusaha mengharumkan nama Madrasah. Semoga seluruh peserta tetap semangat belajar, dan bagi yang lolos ke tingkat provinsi dapat mempersiapkan diri dengan lebih giat untuk memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, orang tua, dan Madrasah” ujarnya.

Sementara itu, Elfani Tazkiyatul Husna mengaku bersyukur dan senang atas hasil yang diperolehnya.

“Alhamdulillah, saya bersyukur sekaligus senang tidak menyangka kalau bisa meraih juara 2. Semoga kedepannya lebih semangat belajar lagi dan juga semoga di tingkat provinsi nanti bisa mendapatkan hasil yang lebih baik,” tutur Elfiani.

Hal serupa disampaikan Sonya Dhifa Nur Puspa Ningrum. Peraih Juara 3 Geografi Terintegrasi tersebut berharap prestasi yang diraihnya dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Ia mengatakan bahwa keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari berbagai pihak.

“Saya bersyukur dan senang bisa mendapatkan juara. Semoga ini menjadi motivasi saya untuk lebih giat belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tingkat provinsi,” ujar Sonya.

Prestasi yang diraih Elfani dan Sonya menjadi tambahan capaian bagi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah dalam bidang akademik. Madrasah juga terus memberikan dukungan dan pembinaan kepada siswa untuk mengembangkan potensi serta mengikuti berbagai kompetisi.

Selanjutnya, kedua siswi tersebut akan mempersiapkan diri untuk mengikuti OMI tingkat Provinsi Jawa Timur. Dukungan dari madrasah, guru, dan seluruh keluarga besar MA Ma’arif Nahdlatul Ummah diharapkan dapat memberikan motivasi bagi keduanya untuk meraih hasil terbaik pada tahap berikutnya.

Dua Siswi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo Ukir Prestasi di Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Read More »

Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Gelar Diklat Tahunan Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah kembali menggelar agenda tahunan yaitu Diklat Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani. Kegiatan ini dilaksanakan setiap awal semester selama satu minggu, terhitung mulai hari Minggu (06/09/2026) pada pukul 18.45 sampai 20.45 WIB di Aula Sunan Kalijaga.

Diklat ini diselenggarakan khusus sebagai pembekalan bagi santri kelas 6 dan Ulya. Tujuan utamanya adalah menyelaraskan standar dan metodologi pengajaran Al-Quran, sehingga ketika para santri telah keluar dari pondok dan mengabdi di masyarakat, mereka tetap memiliki metode mengajar yang sama.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan formal. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, yaitu KH. Nasta’in. Beliau meyampaikan pesan dalam sambutannya dengan mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai keutamaan manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Khairukum man ta’allamal-Qur’ana wa ‘allamahu, (sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya),” ujar beliau memberikan motivasi belajar kepada para santri kelas 6 dan Ulya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Pembina Majelis Murottilil Qur’an (MMQ), Ustadz Anwar Sururi. Beliau mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali pembekalan ini.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa kembali mengajarkan tata cara mengajar buku persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani. Semoga Majelis Murottilil Qur’an Pondok Pesantren Ittihadul Ummah semakin baik, berkembang, maju dan barokah. Melodologi dalam mengajar ini sangat penting. Mengutip maqolah terkenal, yaitu Al-haqqu bila nizhamin yaghlibuhul-bathilu binizhamin, (kebatilan yang dikemas dengan baik dapat mengalahkan kebaikan yang tidak tersusun rapi),” ujar beliau Ustadz Anwar Sururi.

Kemudian acara formal diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom. Agenda langsung dilanjutkan ke kegiatan inti yaitu Diklat Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an yang dipandu oleh Ustadz Anwar Sururi. Pada sesi ini beliau membagikan lembaran kertas yang berisi rangkuman panduan mengajar buku persiapan mengaji Al-Qur’an.

Dalam lembaran panduan tersebut, terdapat 3 point utama pengajaran yang dijelaskan secara mendalam oleh Ustadz Anwar Sururi, yaitu membaca bersama ayat/surat tertentu dengan dibimbing ustadz/membaca sendiri, menyampaikan materi dan praktik baca.

Setelah ketiga point tersebut dijelaskan secara rinci, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik mengajar. Dalam sesi ini, setiap santri diwajibkan tampil satu per satu untuk mempraktikkan cara mengajar sesuai dengan panduan yang telah diberikan, sekaligus mendapatkan evaluasi dari Ustadz Anwar Sururi.

Selama satu minggu ke depan, para santri kelas 6 dan Ulya akan terus dibimbing secara intensif untuk memantapkan kemampuan mengajar mereka. Melalui kegiatan ini, Ponodk Pesantren Ittihadul Ummah berkomitmen untuk terus melahirkan pendidik Al-Quran yang kompeten, terstruktur, dan siap menjaga mutu pelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat.

 

 

Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Gelar Diklat Tahunan Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani Read More »

Awali Semarak HUT RI Ke-81, Ponpes Ittihadul Ummah Gelar Ziarah Makam Tegalsari

Ponorogo – Keluarga Besar Pondok Pesantren Ittihadul Ummah melaksanakan kegiatan ziarah makam di wilayah Jetis, Ponorogo, pada Kamis (13/8/2026) pukul 19.30 WIB hingga selesai. Ziarah kali ini terasa berbeda karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah beserta keluarga, masyarakat sekitar, serta para santri. Ziarah ini bertujuan untuk menghormati para pendiri Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, mendoakan para pendahulu, serta meneladani semangat perjuangan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antara pengasuh, santri, dan masyarakat.
Perjalanan menuju makam dimulai pada pukul 19.30 WIB. Para santri berangkat menggunakan truk, sedangkan keluarga pengasuh dan masyarakat menggunakan mobil pribadi serta kendaraan milik yayasan. Rombongan mengunjungi dua lokasi ziarah, yaitu kompleks makam Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid di Kradenan, Jetis, Ponorogo, dan kompleks makam KH. Hasan Besari di Tegalsari, Jetis, Ponorogo.
Sesampainya di lokasi pertama, seluruh rombongan menuju Masjid Al-Falah Kradenan untuk melaksanakan salat Isya berjamaah. Setelah itu, rombongan melaksanakan tahlil dan doa bersama di makam Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, KH. Syifaul Fuad. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’ di serambi Masjid Al-Falah yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom.
Selanjutnya, rombongan menuju lokasi kedua, yakni kompleks makam Tegalsari. Di tempat tersebut, seluruh rombongan berziarah ke makam KH. Ageng Hasan Besari dan melaksanakan istigasah yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom.
Usai seluruh rangkaian doa selesai, rombongan memanfaatkan waktu untuk mengunjungi pusat jajanan dan kuliner yang berada di sekitar kawasan makam. Berbagai makanan dan minuman khas tersedia, seperti cemoe, aneka es, pentol, batagor, nasi goreng, bakso, serta beragam hidangan lainnya. Selain kuliner, terdapat pula berbagai stan yang menjual oleh-oleh, seperti kerajinan tangan, parfum, figura, perlengkapan ibadah, dan aneka suvenir lainnya.
Setelah kegiatan ziarah dan kunjungan ke pusat kuliner selesai, seluruh rombongan kembali menuju kendaraan masing-masing untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.
Salah seorang santri baru bernama Annas mengungkapkan kesannya selama mengikuti kegiatan ziarah ini. “Menurut saya ziarah tadi malam asik dan sangat berkesan karena merasakan kebahagiaan yang tercipta dari hal yang menurut saya sederhana tapi bermanfaat, sederhana karena hanya bermodalkan naik truk bersama dan melewati jalan raya bersalip salip dengan truk sebelah dan bertegur sapa dengan teman yang berbeda truk dan untuk santri baru seperti saya, menurut saya jika bersama teman semua masalah akan hilang dan tidak terpikirkan lagi serta tiada lagi kata “kangen hp” jika kita bisa tertawa bersama teman², dan bermanfaat karena kita bisa berzikir bersama serta berdoa kepada Allah lewat perantara wali Allah yaitu para kyai, jujur saya senang sekali dengan adanya acara ziarah bersama seperti tadi malam semoga segera ada lagi agendanya” Ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya mengenang jasa para ulama dan pendahulu, tetapi juga dapat meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, serta nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan. Semangat tersebut menjadi bekal penting dalam mengisi kemerdekaan dan membangun generasi yang berakhlak mulia.

Awali Semarak HUT RI Ke-81, Ponpes Ittihadul Ummah Gelar Ziarah Makam Tegalsari Read More »

Siswi MTs Ma’arif 1 Ponorogo Ikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur, Jakarta

Ponorogo – Fairuz Clarista Felcia, siswi kelas VIII MTs Ma’arif 1 Ponorogo, berhasil terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional, yaitu Jambore Nasional (Jamnas) 2026 yang diselenggarakan di Buperta Cibubur, Jakarta. Kegiatan perkemahan ini berlangsung dalam delapan hari, mulai dari tanggal 13 hingga 20 Agustus 2026.
Pembina Pramuka MTs Ma’arif 1 Ponorogo, Dwi Anjani, menjelaskan pentingnya ajang ini bagi pengembangan karakter peserta didik.
“Jambore Nasional merupakan ajang pertemuan berkala Pramuka Penggalang seluruh Indonesia yang bertindak sebagai wadah pembinaan, persaudaraan, dan edukasi. Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan Jamnas berfokus pada pengembangan keterampilan, penguasaan teknologi serta pemantapan sikap kemandirian bagi para anggota Pramuka Penggalang,” ujarnya.
Keikutsertaan Fairuz dalam ajang nasional ini didasari oleh minat dan ketertarikannya yang mendalam di dunia Pramuka sejak dulu. Keaktifannya dalam berbagai kegiatan kepramukaan menjadi modal utama hingga ia terpilih mewakili madrasah dalam ajang Jambore Nasional 2026.
Pencapaian Fairuz tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Pramuka MTs Ma’arif 1 Ponorogo berperan aktif dalam memfasilitasi dan memberikan dukungan penuh, baik secara administratif maupun pengarahan agar siswinya dapat mengikuti proses dengan lancar. Sementara itu, dari orang tua Fairuz scara konsisten mendorong potensi sang anak serta kebutuhan pembiayaan secara mandiri selama proses persiapan hingga pelaksanaan di perkemahan.
Keberangkatan Fairuz menuju lokasi kegiatan perkemahan dimulai pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026 pukul 16.30 WIB dari Terminal Seloaji, Ponorogo, diiringi doa dan harapan dari kedua orang tua dan keluarga besar MTs Ma’arif 1 Ponorogo.

 

 

Siswi MTs Ma’arif 1 Ponorogo Ikuti Jambore Nasional 2026 di Cibubur, Jakarta Read More »

PONPES ITTIHADUL UMMAH PONOROGO KEMBALI GELAR RUTINAN BAHTSUL MASAIL AHAD PON

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo menggelar rutinan bahtsul masail pada Sabtu, 8 Agustus 2026 bertempat di Aula Sunan kalijaga. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 20.30 WIB – Selesai. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang diselenggarakan setiap malam Ahad Pon.
Salah satu pengurus LBM mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya LBM Ahad Pon ini adalah untuk melatih cara berfikir santri agar menjadi lebih kritis dan memberikan jawaban pada kasus-kasus permasalahan umat yang baru muncul serta untuk melatih mental santri agar bisa mengemukakan pendapatnya di depan umum.
Kegiatan ini dihadiri oleh para perumus dan Mushahih LBM Ponpes Ittihadul Ummah, diantarnya KH. Nasta’in, KH. Syifaul Fuad, Ustd. Imam, Ustd. Asrori, Ustd. Yusuf, Ustd. Rian, Ustd. Tamim, serta para santri Ponpes Ittihadul Ummah.
Kegiatan LBM ini dibuka oleh M. Alvin selaku pembawa acara. Dilanjutkan pembacaan tahlil dan do’a oleh KH. Syifaul Fuad. Dilanjutkan sambutan oleh Ustd. Imam selaku ketua LBM Ponpes Ittihadul Ummah.
Pada LBM kali ini membahas mengenai permasalahan dalam sholat Jum’at salah satunya ialah di sebuah dusun terdapat dua masjid yang sama-sama menyelenggarakan salat Jumat. Jumlah jamaah di masing-masing masjid tidak selalu mencapai 40 orang dan tidak semuanya berstatus mustawthinin. Jika digabung, jumlah jamaah memenuhi syarat, tetapi penyatuan dikhawatirkan menimbulkan perselisihan di masyarakat. Bagaimana hukum pelaksanaan salat Jumat di dua masjid tersebut ketika masing-masing jamaah kurang dari 40 orang, sementara penyatuan jamaah berpotensi menimbulkan mafsadat?
Rangkaian kegiatan inti LBM diawali dengan pembacaan deskripsi permasalahan oleh Rizki Alfian. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi isykal deskripsi, yaitu memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum dipahami dari deskripsi masalah yang telah dipaparkan. Selanjutnya, forum memasuki sesi tanya jawab. Pada sesi ini, moderator memilih tiga jawaban yang akan dibahas lebih lanjut. Para santri kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, tanggapan, maupun argumentasi terhadap jawaban yang telah dipilih. Pembahasan dilakukan secara bergantian pada setiap jawaban hingga tidak ada lagi pembahasan yang perlu ditambahkan. Setelah seluruh jawaban selesai dikaji, forum menetapkan jawaban yang telah disepakati bersama. Hasil keputusan tersebut kemudian dishahihkan oleh mushahih LBM sebagai keputusan akhir forum.
Pada pertanyaan tersebut disepakati bahwa boleh mendirikan dua sholat Jum’at dalam satu dusun ketika ada hajat atau dharurat. Namun terdapat dua syarat yang harus dipenuhi meliputi jauhnya tempat sholat dan sulitnya berkumpul dalam satu tempat.
Kegiatan LBM ditutup dengan pembacaan surah Al Fatihah yang dipimpin oleh mushahih LBM, dan para santri kembali ke asrama masing-masing untuk istirahat. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai permasalahan kehidupan sehari-hari dan dapat menyikapi berbagai persoalan yang ada dengan lebih bijak dan teliti.
Penulis :
– Aprilia Putri Mutiara
– Ayu Ni’matul Mahmudah
Editor :
– Murdianto An Nawie

 

PONPES ITTIHADUL UMMAH PONOROGO KEMBALI GELAR RUTINAN BAHTSUL MASAIL AHAD PON Read More »

Tasyakuran Khotmil Imrithi Pondok Pesantren Ittihadul Ummah

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah menggelar kegiatan Tasyakuran Khotmil Imrithi pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Aula Sunan Kalijaga, mulai pukul 19.20 hingga pukul 21.30 WIB. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan khusus untuk santri kelas 5 Madrasah Diniyah Wustho Al Jariyah.
Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, KH. Nasta’in, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan motivasi kepada santri kelas 4 dan 5 dalam mempelajari ilmu Nahwu, khususnya kitab Imrithi, sehingga mereka akan lebih bersemangat untuk menghafalkan dan memahami. Selain itu, tasyakuran ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan santri yang telah menyelesaikan studi ilmu Nahwu tingkat dasar tapi komplit yaitu Jurumiyah dan Imrithi. Acara ini juga untuk menyampaikan rasa syukur dan kabar gembira kepada orang tua terkait potensi dan prestasi anak-anak mereka, sekaligus memperkuat keilmuan lembaga.
“Penguatan Nahwu dalam artian santri hafal, paham dan mampu mempraktikkannya, akan menguatkan proses berpikir santri, yang akan termuat dalam kegiatan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) dan Literasi Umum” ujar beliau, KH. Nasta’in selaku pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.
Kegiatan ini dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah yaitu beliau KH. Nastain, KH. Moh. Syifaul Fuad, dan KH Ahmad Kirom. Selain itu, turut hadir Kepala beserta jajaran asadidz-asatidzah Madin Wustho Al Jariyah, Ketua Yayasan Al Ittihad, Wali santri wisudawan/wisudawati, serta para peserta haflah imriti dan seluruh santri Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.
Sebelum masuk pada acara formal, suasana hangat dibuka dengan lantunan sholawat diiringi tabuhan Banjari yang membuat suasana semakin terasa khidmat. acara formal kemudian dipandu oleh pembawa acara, M. Ahyan Nabil Akbar dan M. Alvin, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang di kumandangkan oleh Muhammad Ergi Hafidz.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan wali santri yang disampaikan oleh Muhammad Samsuri (wali dari Muh. Naufal Al Mudzky), kemudian sambutan Kepala Madrasah Diniyah Wustho Al Jariyah sekaligus pembacaan Surat Keputusan oleh KH. Moh. Syifaul Fuad.
Suasana semakin khusyuk saat para wisudawan/wisudawati melantunkan (lalaran) Nadhom Imrithi. Acara berlanjut ke sesi tanya jawab yang dipandu oleh Ustadz Satya Arrohman, kepada para wisudawan/wisudawati secara acak. Sesi tanya jawab pertama terkait sambung nadhom yang diberikan kepada Muh. Naufal Al Mudzky, Rizky Alfian dan Mirza Amania. sementara sesi tanya jawab yang kedua mengenai ilmu Nahwu Shorof yang diberikan kepada Robbith Alfan Nugroho dan Alif Muzayanah.
Kemudian acara di lanjutkan dengan do’a dan sambutan oleh pengasuh Pondok Pesanteren Ittihadul Ummah yaitu beliau KH. Nastain. Dalam sambutannya beliau menyampaikan tiga point penting pembelajaran dari kitab Imrithi. “Pertama dalam bait “Idil fata hasba’ tiqadihi rufi’a, wa kullu man lam ya’taqid lam yantafi’” yang menjelaskan bahwa Pemuda harus punya prinsip terutama diera digital yang canggih ini, karena akan semakin sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Maka, i’tiqod menjadi kunci untuk kemaslahatan”.
“Kedua dalam bait “Fa nas’alulmannana ay yujirana, minarriya muda’ifan ujurana, wa ay yakuna nafi’an bi ‘imihi man i’tana bi hifzihi wa fahmihi” maksudnya menghafal itu penting tetapi memahami ilmu jauh lebih penting untuk kemanfaatan. Tahapannya adalah hafal, paham, menerapkan/mempraktekan, menganalisa, membandingkan dan Mengkreasi, yang merupakan bagian dari pola pikir yang utuh. Ketiga, “Ka anta ‘indi wal fata bi dari, wabni qara wadha abuhu qori” yang mengajarkan bahwa pemuda yang mempunyai prinsip dan gemar membaca, maka kelak anaknya pun juga terbiasa membaca sepertinnya (menjadi teladan bagi generasi penerus)”.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara pengasuh Pondok Pesantren, jajaran asatidz Madrasah Diniyah serta para wisudawan/wisudawati. Acara yang penuh keberkahan ini resmi berakhir pada pukul 21.30 WIB dengan lancar dan hikmat.

Penulis :
Aprilia Putri Mutiara
Ayu Ni’matul Mahmudah
Editor:
Murdianto An Nawie

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anak-anak sudah bisa hafal imrithi maka mereka bisa lomba apapun di alam dunia ini, seumpama sekarang mereka lomba imrithi dia berhasil maka ketika menjadi mutakhorijin sudah lulus alumni terus lomba di urusan kehidupan nyata apapun itu, insyaallah niku saget berkompetisi, mereka terbiasa belajar, niteni, memeraktekkan maka di kehidupan luar apapun yang dia lalukan itu mesti sudah terbiasa untuk niteni dan mempraktikan

Semoga nadhom imrithi ini memberikan manfaat bagi
Dalam imriti saya ada 3 untuk pembelajaran
Pemuda harus punya prinsip terutama di masa digital yang canggih semakin sulit membedakan mana yang benar/salah. Maka i’tiqod menjadi kunci untuk kemaslahatan.
Apal penting tapi paham itu lebih penting untuk kemanfaatan, 1 hafal 2 paham 3 penerapan/mempraktekan , menganalisa, membandingkan. Mengkreasi bagian dari pola pikir.
Ka anta ‘indi … wabni koro wada abu hu qori
Karena pemuda punya prinsip tersebut telah membaca, maka anaknya pun juga membaca sepertinya

…

Tasyakuran Khotmil Imrithi Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Read More »

SISWA MTS MA’ARIF 1 PONOROGO RAIH JUARA HARAPAN II OLIMPIADE BAHASA ARAB (OBA) KE-9 TINGKAT NASIONAL

Ponorogo – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Muhammad Fahim Amrullah, siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 1 Ponorogo. Berkat kerja keras dan semangatnya dalam belajar, Fahim berhasil mengharumkan nama madrasah dengan meraih Juara Harapan II Kategori 5 dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia.

Olimpiade Bahasa Arab (OBA) merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai madrasah dan sekolah diseluruh Indonesia melalui tahapan seleksi yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.

Pada tahap pelaksanaan, Fahim mengikuti kompetisi OBA ke-9 secara daring pada 13 Juni 2026 dari Laboratorimu Komputer MTs Ma’arif 1 Ponorogo. Dengan persiapan yang matang dan semangat belajar yang tinggi, Fahim mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.

Kepala MTs Ma’arif 1 Ponorogo, Saiful Bahri, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Fahim.

“Segenap keluarga besar MTs Ma’arif 1 Ponorogo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Muhammad Fahim Amrullah atas prestasi yang diraih sebagai Juara Harapan II Kategori 5 pada ajang Olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional 2026. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan mengharumkan nama madrasah” ujarnya.

Dalam proses persiapan, Fahim memperbanyak membaca materi dan berlatih secara mandiri. Ia juga mempelajari buku panduan yang diberikan guru sebagai acuan belajar. Meski demikian, Fahim mengaku masih ingin meningkatkan kemampuannya dan mengikuti berbagai kompetisi pada kesempatan selanjutnya.

Fahim juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak mudah menyerah dan terus semangat belajar.

“Perbanyak membaca, rajin berlatih, dan jangan takut untuk mencoba mengikuti berbagai lomba” pesannya.

Keberhasilan Muhammad Fahim Amrullah diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa MTs Ma’arif 1 Ponorogo untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkompetisi di berbagai ajang akademik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Penulis:

Aprilia Putri Mutiara

Ayu Ni’matul Mahmudah

Editor:

Murdianto An Nawie

 

SISWA MTS MA’ARIF 1 PONOROGO RAIH JUARA HARAPAN II OLIMPIADE BAHASA ARAB (OBA) KE-9 TINGKAT NASIONAL Read More »

MATAMUDA 2026: Membangun Karakter dan Semangat Belajar Siswa Baru

Ponorogo – MTs Ma’arif 1 Ponorogo dan MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo melaksanakan kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Baru) yang dilaksakan mulai tanggal 8-14 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan kegiatan penyambutan dan pengenalan lingkungan sekolah yang diselenggarakan bagi seluruh peserta didik baru yang ada di Mts Ma’arif 1 Ponorogo dan MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo. Kegiatan ini rutin dilaksanakan di awal tahun ajaran baru untuk membatu peserta didik baru mengenal lingkungan sekolah, tata tertib sekolah, kebiasaan yang ada di sekolah, serta berbagai program yang akan mereka ikuti selama menempuh pendidikan di lembaga tersebut.

Kegiatan MATAMUDA tersebut diikuti oleh seluruh siswa baru MTs Ma’arif 1 Ponorogo dan MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo dengan penuh semangat dan antusias. Selama pelaksanaannya, peserta memperoleh berbagai materi dan mengikuti beragam kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pengenalan visi dan misi madrasah, tata tertib dan budaya sekolah, pengenalan guru dan tenaga kependidikan, observasi, serta berbagai kegiatan yang bertujuan membangun kerja sama, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan di antara peserta didik baru. Seluruh kegiatan dirancang secara edukatif dan menyenangkan sehingga peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat.

Melalui MATAMUDA, sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang menjadi dasar pembentukan peserta didik. Nilai- nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sopan santun, kepedulian, serta sikap saling menghormati menjadi bagian penting yang terus ditekankan selama kegiatan berlangsung. Dengan bekal tersebut, diharapkan peserta didik mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan sekolah serta siap mengikuti proses pembelajaran secara aktif.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti berbagai ajang kreativitas dan kebersamaan yang memberikan kesempatan untuk salaing mengenal dengan teman-teman baru maupun dengan para guru, seperti halnya outbond, pentas seni, dan lain sebagainya. Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan membuat peserta lebih mudah beradaptasi sehingga mampu mengurangi rasa canggung saat memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Salah satu panitia MATAMUDA bernama Alif memberikan gambaran tentang pengalaman dan pembelajaran yang diperolehnya dalam kepanitiaan. “Menjadi panitia MATAMUDA membuat saya belajar untuk lebih bertanggung jawab terhadap setiap tugas dan kewajiban yang diberikan. Selain itu, saya juga menjadi lebih disiplin dalam mengelola dan menyukseskan setiap rangkaian kegiatan di madrasah ini, saya berharap seluruh peserta MATAMUDA dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu, terus mengejar cita-cita agar kelak dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara” tegasnya dengan penuh semangat.

Antusiasme peserta juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Bilqis Azka salah seorang peserta MATAMUDA dari MTs Ma’rif 1 Ponorogo mengungkapkan kesannya setelah mengikuti MATAMUDA tersebut. “Melalui kegiatan ini, kami mendapat pengalaman baru yang sangat berharga. Selain itu, kami juga diperkenalkan dengan dunia detektif secara seru, serta menerima berbagai materi edukatif yang sebelumnya belum pernah kami ketahui serta panitia OSIS juga mampu membawakan kegiatan dengan sangat ramah, seru, dan komunikatif ” tegas Bilqis.

Sementara itu Mar’atus Sholikhah salah seorang peserta MATAMUDA dari Madrasah Aliyah Ma’arif Nahdlatul Ummah menyampaikan kesannya selama mengikuti MATAMUDA tersebut. “Menurut saya kegiatan ini seru dan menyenangkan, walaupun pada awalnya merasa gugup dan belum terbiasa, tapi dari situ saya menjadi kenal dengan teman-teman yang lain” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya MATAMUDA 2026, diharapkan seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, memahami budaya sekolah, serta memiliki semangat belajar yang tinggi sejak awal memasuki tahun ajaran baru. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.

MATAMUDA 2026: Membangun Karakter dan Semangat Belajar Siswa Baru Read More »

Delegasi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo Ikuti OSN Tingkat Kabupaten Tahun 2026

Ponorogo – MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan prestasi akademik peserta didik dengan mengirimkan delegasi terbaik untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Madrasah swasta berbasis pondok pesantren tersebut mengirimkan dua siswa terbaiknya untuk berkompetisi pada bidang yang berbeda.
Pelaksanaan OSN tingkat kabupaten berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, secara daring (online) dan berpusat di Laboratorium Komputer MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo dengan pengawasan yang ketat sesuai ketentuan panitia. Adapun dua siswa yang menjadi delegasi madrasah adalah Robith Alfan Nugroho pada bidang Ekonomi dan Alif Muzayanah pada bidang Kimia.
Kegiatan OSN bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, serta daya saing peserta didik di bidang sains dan soshum dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman. Selain menjadi ajang kompetisi akademik, OSN juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah. Berkat persiapan yang matang dari peserta maupun pembimbing, pelaksanaan lomba berlangsung dengan lancar.
Salah satu peserta, Alif Muzayanah, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kompetisi tersebut. “Mengikuti OSN ini membuat wawasan saya semakin luas. Soal-soalnya tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga mengasah logika dan kreativitas. Dukungan dari guru pembimbing dan teman-teman seperjuangan sangat berarti bagi saya. Dari mereka saya belajar tentang kerja sama, sportivitas, serta menerima apa pun hasilnya dengan lapang dada,” ujar Alif.
Hal senada juga disampaikan oleh Robith Alfan Nugroho. Menurutnya, ia sangat antusias terkait denga terselenggarakannya event ini. Dikarenakan selain sebagai salah satu ajang pengolahan bakat, event ini juga berperan sebagai tekanan bagi para siswa agar terpacu untuk terus berkembang. “Saya berharap dengan sangat semoga kedepannya event ini dapat lebih mencakup berbagai fan keilmuan dan klasifikasi didasarkan pada kemampuan bukan jenjang sekolah”. Ujarnya.
Alif juga menyampaikan harapannya setelah mengikuti ajang tersebut. “Semoga Allah SWT memudahkan langkah saya ke depan. Ilmu yang dipelajari melalui OSN semoga menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat. Saya berharap dapat terus istiqamah belajar, ikhlas dalam berproses, dan bertawakal terhadap hasil yang diperoleh. Semoga saya dapat membanggakan orang tua, guru, dan sekolah. Aamiin,” tuturnya.
Tahapan seleksi tingkat kabupaten ini menjadi pintu gerbang awal bagi kedua siswa untuk meraih kesempatan melaju ke OSN Tingkat Provinsi. Dukungan dan doa dari seluruh warga madrasah, guru, serta keluarga terus mengalir agar para delegasi mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo di tingkat yang lebih tinggi.

Delegasi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo Ikuti OSN Tingkat Kabupaten Tahun 2026 Read More »

Prof Ali Azis: KH Sayuti Farid, Kiai Literat Teladan Kepemimpinan Santri

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Jarakan, Ponorogo, menutup rangkaian puncak haul Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid pada Rabu (17/06/26) yang digelar di lingkungan pesantren.
“Haul abah ke-3 ini sangat berkesan menurut saya karena semakin tahun semakin meriah dan berkembang dalam beberapa aspek. Contohnya seperti rangkaian acara yang sangat bermanfaat mulai dari bahtsul masail, ziaroh maqbaroh, sima’an Al-Qur’an bil ghoib, dan terakhir adalah pengajian akbar bersama Prof. Dr. M. Ali Aziz dan Ust. Laits” Ungkap Anisa, salah satu santriwati Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag., Ust. Laits Atsir, Drs. KH. Ansor M. Rusydi, KH. Mukhsin, KH. Dwi Agus Prayitno, M.Si., KH. Sholihan Al-Hafidz, KH. Moh. Thohari, H. Marjuni, S.Ag., M.Pd.I., Kapolsek Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., keluarga besar Yayasan Ittihadul Ummah Ponorogo, wali santri, serta masyarakat lingkungan sekitar.
Rangkaian acara dimulai setelah salat Subuh dengan khataman Al-Qur’an yang dipimpin oleh KH. Nasta’in, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an oleh para hafiz. Khataman berlangsung hingga pukul 15.30 WIB dan ditutup dengan doa khatmil Qur’an yang dipimpin oleh Ust. Anwar Sururi, Al-Hafidz.
Pada malam harinya, puncak haul digelar dengan pengajian akbar yang menghadirkan Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag. dan Ust. Laits Atsir, serta dimeriahkan oleh grup sholawat Iqtida Binnaby. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan lantunan sholawat sebagai pembuka, kemudian dilanjutkan pembacaan Burdah oleh Ust. Laits.
Acara inti dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan dibuka oleh Gus Reza selaku pembawa acara. Setelah itu, pembacaan tahlil dipimpin oleh KH. M. Mukhsin dari Ponpes Darul Huda Mayak, dilanjutkan doa oleh Drs. KH. Ansor M. Rusydi. Sesi berikutnya diisi dengan sambutan keluarga ndalem sekaligus pembacaan biografi KH. Imam Sayuti Farid oleh KH. Syifaul Fuad. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan buku Genealogi karya KH. Imam Sayuti Farid serta foto beliau kepada Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dr. Idam Mustofa, M.Pd., selaku Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Ponorogo, dan Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si., selaku ketua DPRD Ponorogo.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.Dalam tausiyahnya, Prof. Ali Aziz menyampaikan bahwa KH. Imam Sayuti Farid merupakan sosok ulama yang produktif dalam menulis. Salah satu karya beliau yang dikenal adalah Genealogi dan Jaringan Pesantren di Wilayah Mataram. Beliau juga menjelaskan bahwa buku Genealogi karya KH. Imam Sayuti Farid berisi catatan silsilah dan sejarah jalur keturunan (nasab) keluarga besar ulama di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, meliputi Madura, Pasuruan, dan Probolinggo.
“Di masa ketika belum ada komputer, Romo Yai Imam Sayuti Farid sudah menuliskan karya-karya penting yang tidak banyak ditulis orang, tetapi sangat dibutuhkan,” ungkap Prof. Ali Aziz.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan pentingnya produktivitas karya. Menurutnya, setiap manusia memiliki potensi, namun perlu dorongan untuk mengeluarkannya, ibarat pasta gigi yang harus ditekan agar bisa keluar. Prof. Ali Aziz juga menyampaikan pesan reflektif, “Hiduplah, meskipun kelak kita sudah tidak hidup.” Maksudnya, setiap orang hendaknya meninggalkan karya atau jejak yang bermanfaat agar tetap dikenang meskipun telah tiada.
Ia menambahkan, meskipun KH. Imam Sayuti Farid telah wafat, karya-karyanya tetap hidup dan terus dibaca. Hal itu membuat kontribusi beliau tetap dikenang dan memberikan manfaat hingga saat ini.
KH. Imam Sayuti Farid dikenal sebagai seorang kiai yang memiliki dua dimensi penting dalam kehidupannya, yaitu sisi akhlak dan etos kerja, serta sisi individu yang saling melengkapi dalam membentuk peran beliau di tengah masyarakat. “Dalam sisi akhlak dan etos, yang patut kita teladani dari beliau adalah kecintaanya terhadap ilmu dan semangat belajar, beliau dulu pas mengajar di UINSA selalu meyempatkan pulang pada saat jadwalnya ngaji tafsir jalalain di pondok”. Ujar Gus Emka Nujhan Farhani.
Dari sisi individu, “beliau merupakan sosok kyai yang memadukan keteladanan, kedisiplinan, dan kedekatan sosial dalam kepemimpinannya. Ditempa oleh lingkungan keluarga pejuang dakwah dan pendidikan pesantren yang kuat, beliau tumbuh menjadi pribadi yang tekun, sederhana, serta memiliki kepekaan tinggi terhadap masyarakat. Selain itu beliau mempunyai karakter egaliter yakni tampak dari kemampuannya membangun hubungan yang hangat dan terbuka dengan santri tanpa mengurangi kewibawaan seorang kyai. Keramahan dan humor yang beliau miliki menjadikan dakwah dan pendidikan terasa lebih membumi, sehingga setiap orang merasa dihargai dan nyaman berinteraksi dengannya. Di balik sikapnya yang santai, beliau dikenal sangat disiplin, teliti, dan matang dalam memimpin, sehingga mampu menghadirkan keteladanan yang hidup melalui tindakan nyata sehari-hari”. Ungkap Nurul Khasanah.

Prof Ali Azis: KH Sayuti Farid, Kiai Literat Teladan Kepemimpinan Santri Read More »

Scroll to Top