Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah kembali menggelar agenda tahunan yaitu Diklat Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani. Kegiatan ini dilaksanakan setiap awal semester selama satu minggu, terhitung mulai hari Minggu (06/09/2026) pada pukul 18.45 sampai 20.45 WIB di Aula Sunan Kalijaga.
Diklat ini diselenggarakan khusus sebagai pembekalan bagi santri kelas 6 dan Ulya. Tujuan utamanya adalah menyelaraskan standar dan metodologi pengajaran Al-Quran, sehingga ketika para santri telah keluar dari pondok dan mengabdi di masyarakat, mereka tetap memiliki metode mengajar yang sama.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan formal. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, yaitu KH. Nasta’in. Beliau meyampaikan pesan dalam sambutannya dengan mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai keutamaan manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Khairukum man ta’allamal-Qur’ana wa ‘allamahu, (sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya),” ujar beliau memberikan motivasi belajar kepada para santri kelas 6 dan Ulya.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Pembina Majelis Murottilil Qur’an (MMQ), Ustadz Anwar Sururi. Beliau mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali pembekalan ini.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa kembali mengajarkan tata cara mengajar buku persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani. Semoga Majelis Murottilil Qur’an Pondok Pesantren Ittihadul Ummah semakin baik, berkembang, maju dan barokah. Melodologi dalam mengajar ini sangat penting. Mengutip maqolah terkenal, yaitu Al-haqqu bila nizhamin yaghlibuhul-bathilu binizhamin, (kebatilan yang dikemas dengan baik dapat mengalahkan kebaikan yang tidak tersusun rapi),” ujar beliau Ustadz Anwar Sururi.
Kemudian acara formal diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom. Agenda langsung dilanjutkan ke kegiatan inti yaitu Diklat Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an yang dipandu oleh Ustadz Anwar Sururi. Pada sesi ini beliau membagikan lembaran kertas yang berisi rangkuman panduan mengajar buku persiapan mengaji Al-Qur’an.
Dalam lembaran panduan tersebut, terdapat 3 point utama pengajaran yang dijelaskan secara mendalam oleh Ustadz Anwar Sururi, yaitu membaca bersama ayat/surat tertentu dengan dibimbing ustadz/membaca sendiri, menyampaikan materi dan praktik baca.
Setelah ketiga point tersebut dijelaskan secara rinci, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik mengajar. Dalam sesi ini, setiap santri diwajibkan tampil satu per satu untuk mempraktikkan cara mengajar sesuai dengan panduan yang telah diberikan, sekaligus mendapatkan evaluasi dari Ustadz Anwar Sururi.
Selama satu minggu ke depan, para santri kelas 6 dan Ulya akan terus dibimbing secara intensif untuk memantapkan kemampuan mengajar mereka. Melalui kegiatan ini, Ponodk Pesantren Ittihadul Ummah berkomitmen untuk terus melahirkan pendidik Al-Quran yang kompeten, terstruktur, dan siap menjaga mutu pelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat.


