Home » event

event

Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Gelar Diklat Tahunan Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah kembali menggelar agenda tahunan yaitu Diklat Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani. Kegiatan ini dilaksanakan setiap awal semester selama satu minggu, terhitung mulai hari Minggu (06/09/2026) pada pukul 18.45 sampai 20.45 WIB di Aula Sunan Kalijaga.

Diklat ini diselenggarakan khusus sebagai pembekalan bagi santri kelas 6 dan Ulya. Tujuan utamanya adalah menyelaraskan standar dan metodologi pengajaran Al-Quran, sehingga ketika para santri telah keluar dari pondok dan mengabdi di masyarakat, mereka tetap memiliki metode mengajar yang sama.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan formal. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, yaitu KH. Nasta’in. Beliau meyampaikan pesan dalam sambutannya dengan mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai keutamaan manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Khairukum man ta’allamal-Qur’ana wa ‘allamahu, (sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya),” ujar beliau memberikan motivasi belajar kepada para santri kelas 6 dan Ulya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Pembina Majelis Murottilil Qur’an (MMQ), Ustadz Anwar Sururi. Beliau mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali pembekalan ini.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa kembali mengajarkan tata cara mengajar buku persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani. Semoga Majelis Murottilil Qur’an Pondok Pesantren Ittihadul Ummah semakin baik, berkembang, maju dan barokah. Melodologi dalam mengajar ini sangat penting. Mengutip maqolah terkenal, yaitu Al-haqqu bila nizhamin yaghlibuhul-bathilu binizhamin, (kebatilan yang dikemas dengan baik dapat mengalahkan kebaikan yang tidak tersusun rapi),” ujar beliau Ustadz Anwar Sururi.

Kemudian acara formal diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom. Agenda langsung dilanjutkan ke kegiatan inti yaitu Diklat Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an yang dipandu oleh Ustadz Anwar Sururi. Pada sesi ini beliau membagikan lembaran kertas yang berisi rangkuman panduan mengajar buku persiapan mengaji Al-Qur’an.

Dalam lembaran panduan tersebut, terdapat 3 point utama pengajaran yang dijelaskan secara mendalam oleh Ustadz Anwar Sururi, yaitu membaca bersama ayat/surat tertentu dengan dibimbing ustadz/membaca sendiri, menyampaikan materi dan praktik baca.

Setelah ketiga point tersebut dijelaskan secara rinci, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik mengajar. Dalam sesi ini, setiap santri diwajibkan tampil satu per satu untuk mempraktikkan cara mengajar sesuai dengan panduan yang telah diberikan, sekaligus mendapatkan evaluasi dari Ustadz Anwar Sururi.

Selama satu minggu ke depan, para santri kelas 6 dan Ulya akan terus dibimbing secara intensif untuk memantapkan kemampuan mengajar mereka. Melalui kegiatan ini, Ponodk Pesantren Ittihadul Ummah berkomitmen untuk terus melahirkan pendidik Al-Quran yang kompeten, terstruktur, dan siap menjaga mutu pelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat.

 

 

Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Gelar Diklat Tahunan Metodologi Mengajar Buku Persiapan Al-Qur’an Rasm Utsmani Read More »

Awali Semarak HUT RI Ke-81, Ponpes Ittihadul Ummah Gelar Ziarah Makam Tegalsari

Ponorogo – Keluarga Besar Pondok Pesantren Ittihadul Ummah melaksanakan kegiatan ziarah makam di wilayah Jetis, Ponorogo, pada Kamis (13/8/2026) pukul 19.30 WIB hingga selesai. Ziarah kali ini terasa berbeda karena menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah beserta keluarga, masyarakat sekitar, serta para santri. Ziarah ini bertujuan untuk menghormati para pendiri Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, mendoakan para pendahulu, serta meneladani semangat perjuangan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antara pengasuh, santri, dan masyarakat.
Perjalanan menuju makam dimulai pada pukul 19.30 WIB. Para santri berangkat menggunakan truk, sedangkan keluarga pengasuh dan masyarakat menggunakan mobil pribadi serta kendaraan milik yayasan. Rombongan mengunjungi dua lokasi ziarah, yaitu kompleks makam Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid di Kradenan, Jetis, Ponorogo, dan kompleks makam KH. Hasan Besari di Tegalsari, Jetis, Ponorogo.
Sesampainya di lokasi pertama, seluruh rombongan menuju Masjid Al-Falah Kradenan untuk melaksanakan salat Isya berjamaah. Setelah itu, rombongan melaksanakan tahlil dan doa bersama di makam Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah, KH. Syifaul Fuad. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba’ di serambi Masjid Al-Falah yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom.
Selanjutnya, rombongan menuju lokasi kedua, yakni kompleks makam Tegalsari. Di tempat tersebut, seluruh rombongan berziarah ke makam KH. Ageng Hasan Besari dan melaksanakan istigasah yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom.
Usai seluruh rangkaian doa selesai, rombongan memanfaatkan waktu untuk mengunjungi pusat jajanan dan kuliner yang berada di sekitar kawasan makam. Berbagai makanan dan minuman khas tersedia, seperti cemoe, aneka es, pentol, batagor, nasi goreng, bakso, serta beragam hidangan lainnya. Selain kuliner, terdapat pula berbagai stan yang menjual oleh-oleh, seperti kerajinan tangan, parfum, figura, perlengkapan ibadah, dan aneka suvenir lainnya.
Setelah kegiatan ziarah dan kunjungan ke pusat kuliner selesai, seluruh rombongan kembali menuju kendaraan masing-masing untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.
Salah seorang santri baru bernama Annas mengungkapkan kesannya selama mengikuti kegiatan ziarah ini. “Menurut saya ziarah tadi malam asik dan sangat berkesan karena merasakan kebahagiaan yang tercipta dari hal yang menurut saya sederhana tapi bermanfaat, sederhana karena hanya bermodalkan naik truk bersama dan melewati jalan raya bersalip salip dengan truk sebelah dan bertegur sapa dengan teman yang berbeda truk dan untuk santri baru seperti saya, menurut saya jika bersama teman semua masalah akan hilang dan tidak terpikirkan lagi serta tiada lagi kata “kangen hp” jika kita bisa tertawa bersama teman², dan bermanfaat karena kita bisa berzikir bersama serta berdoa kepada Allah lewat perantara wali Allah yaitu para kyai, jujur saya senang sekali dengan adanya acara ziarah bersama seperti tadi malam semoga segera ada lagi agendanya” Ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya mengenang jasa para ulama dan pendahulu, tetapi juga dapat meneladani semangat perjuangan, keikhlasan, serta nilai-nilai keislaman yang telah diwariskan. Semangat tersebut menjadi bekal penting dalam mengisi kemerdekaan dan membangun generasi yang berakhlak mulia.

Awali Semarak HUT RI Ke-81, Ponpes Ittihadul Ummah Gelar Ziarah Makam Tegalsari Read More »

PONPES ITTIHADUL UMMAH PONOROGO KEMBALI GELAR RUTINAN BAHTSUL MASAIL AHAD PON

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo menggelar rutinan bahtsul masail pada Sabtu, 8 Agustus 2026 bertempat di Aula Sunan kalijaga. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 20.30 WIB – Selesai. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang diselenggarakan setiap malam Ahad Pon.
Salah satu pengurus LBM mengatakan bahwa tujuan dari diadakannya LBM Ahad Pon ini adalah untuk melatih cara berfikir santri agar menjadi lebih kritis dan memberikan jawaban pada kasus-kasus permasalahan umat yang baru muncul serta untuk melatih mental santri agar bisa mengemukakan pendapatnya di depan umum.
Kegiatan ini dihadiri oleh para perumus dan Mushahih LBM Ponpes Ittihadul Ummah, diantarnya KH. Nasta’in, KH. Syifaul Fuad, Ustd. Imam, Ustd. Asrori, Ustd. Yusuf, Ustd. Rian, Ustd. Tamim, serta para santri Ponpes Ittihadul Ummah.
Kegiatan LBM ini dibuka oleh M. Alvin selaku pembawa acara. Dilanjutkan pembacaan tahlil dan do’a oleh KH. Syifaul Fuad. Dilanjutkan sambutan oleh Ustd. Imam selaku ketua LBM Ponpes Ittihadul Ummah.
Pada LBM kali ini membahas mengenai permasalahan dalam sholat Jum’at salah satunya ialah di sebuah dusun terdapat dua masjid yang sama-sama menyelenggarakan salat Jumat. Jumlah jamaah di masing-masing masjid tidak selalu mencapai 40 orang dan tidak semuanya berstatus mustawthinin. Jika digabung, jumlah jamaah memenuhi syarat, tetapi penyatuan dikhawatirkan menimbulkan perselisihan di masyarakat. Bagaimana hukum pelaksanaan salat Jumat di dua masjid tersebut ketika masing-masing jamaah kurang dari 40 orang, sementara penyatuan jamaah berpotensi menimbulkan mafsadat?
Rangkaian kegiatan inti LBM diawali dengan pembacaan deskripsi permasalahan oleh Rizki Alfian. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi isykal deskripsi, yaitu memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum dipahami dari deskripsi masalah yang telah dipaparkan. Selanjutnya, forum memasuki sesi tanya jawab. Pada sesi ini, moderator memilih tiga jawaban yang akan dibahas lebih lanjut. Para santri kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, tanggapan, maupun argumentasi terhadap jawaban yang telah dipilih. Pembahasan dilakukan secara bergantian pada setiap jawaban hingga tidak ada lagi pembahasan yang perlu ditambahkan. Setelah seluruh jawaban selesai dikaji, forum menetapkan jawaban yang telah disepakati bersama. Hasil keputusan tersebut kemudian dishahihkan oleh mushahih LBM sebagai keputusan akhir forum.
Pada pertanyaan tersebut disepakati bahwa boleh mendirikan dua sholat Jum’at dalam satu dusun ketika ada hajat atau dharurat. Namun terdapat dua syarat yang harus dipenuhi meliputi jauhnya tempat sholat dan sulitnya berkumpul dalam satu tempat.
Kegiatan LBM ditutup dengan pembacaan surah Al Fatihah yang dipimpin oleh mushahih LBM, dan para santri kembali ke asrama masing-masing untuk istirahat. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai permasalahan kehidupan sehari-hari dan dapat menyikapi berbagai persoalan yang ada dengan lebih bijak dan teliti.
Penulis :
– Aprilia Putri Mutiara
– Ayu Ni’matul Mahmudah
Editor :
– Murdianto An Nawie

 

PONPES ITTIHADUL UMMAH PONOROGO KEMBALI GELAR RUTINAN BAHTSUL MASAIL AHAD PON Read More »

SISWA MTS MA’ARIF 1 PONOROGO RAIH JUARA HARAPAN II OLIMPIADE BAHASA ARAB (OBA) KE-9 TINGKAT NASIONAL

Ponorogo – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Muhammad Fahim Amrullah, siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah Ma’arif 1 Ponorogo. Berkat kerja keras dan semangatnya dalam belajar, Fahim berhasil mengharumkan nama madrasah dengan meraih Juara Harapan II Kategori 5 dalam ajang Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Arab se-Indonesia.

Olimpiade Bahasa Arab (OBA) merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang bertujuan untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas pembelajaran Bahasa Arab di Indonesia. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai madrasah dan sekolah diseluruh Indonesia melalui tahapan seleksi yang telah ditentukan oleh panitia penyelenggara.

Pada tahap pelaksanaan, Fahim mengikuti kompetisi OBA ke-9 secara daring pada 13 Juni 2026 dari Laboratorimu Komputer MTs Ma’arif 1 Ponorogo. Dengan persiapan yang matang dan semangat belajar yang tinggi, Fahim mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih prestasi di tingkat nasional.

Kepala MTs Ma’arif 1 Ponorogo, Saiful Bahri, menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Fahim.

“Segenap keluarga besar MTs Ma’arif 1 Ponorogo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Muhammad Fahim Amrullah atas prestasi yang diraih sebagai Juara Harapan II Kategori 5 pada ajang Olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional 2026. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berprestasi, dan mengharumkan nama madrasah” ujarnya.

Dalam proses persiapan, Fahim memperbanyak membaca materi dan berlatih secara mandiri. Ia juga mempelajari buku panduan yang diberikan guru sebagai acuan belajar. Meski demikian, Fahim mengaku masih ingin meningkatkan kemampuannya dan mengikuti berbagai kompetisi pada kesempatan selanjutnya.

Fahim juga berpesan kepada teman-temannya agar tidak mudah menyerah dan terus semangat belajar.

“Perbanyak membaca, rajin berlatih, dan jangan takut untuk mencoba mengikuti berbagai lomba” pesannya.

Keberhasilan Muhammad Fahim Amrullah diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa MTs Ma’arif 1 Ponorogo untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani berkompetisi di berbagai ajang akademik, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Penulis:

Aprilia Putri Mutiara

Ayu Ni’matul Mahmudah

Editor:

Murdianto An Nawie

 

SISWA MTS MA’ARIF 1 PONOROGO RAIH JUARA HARAPAN II OLIMPIADE BAHASA ARAB (OBA) KE-9 TINGKAT NASIONAL Read More »

Delegasi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo Ikuti OSN Tingkat Kabupaten Tahun 2026

Ponorogo – MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan prestasi akademik peserta didik dengan mengirimkan delegasi terbaik untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Madrasah swasta berbasis pondok pesantren tersebut mengirimkan dua siswa terbaiknya untuk berkompetisi pada bidang yang berbeda.
Pelaksanaan OSN tingkat kabupaten berlangsung pada Jumat, 19 Juni 2026, secara daring (online) dan berpusat di Laboratorium Komputer MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo dengan pengawasan yang ketat sesuai ketentuan panitia. Adapun dua siswa yang menjadi delegasi madrasah adalah Robith Alfan Nugroho pada bidang Ekonomi dan Alif Muzayanah pada bidang Kimia.
Kegiatan OSN bertujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, serta daya saing peserta didik di bidang sains dan soshum dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman. Selain menjadi ajang kompetisi akademik, OSN juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan memecahkan masalah. Berkat persiapan yang matang dari peserta maupun pembimbing, pelaksanaan lomba berlangsung dengan lancar.
Salah satu peserta, Alif Muzayanah, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kompetisi tersebut. “Mengikuti OSN ini membuat wawasan saya semakin luas. Soal-soalnya tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga mengasah logika dan kreativitas. Dukungan dari guru pembimbing dan teman-teman seperjuangan sangat berarti bagi saya. Dari mereka saya belajar tentang kerja sama, sportivitas, serta menerima apa pun hasilnya dengan lapang dada,” ujar Alif.
Hal senada juga disampaikan oleh Robith Alfan Nugroho. Menurutnya, ia sangat antusias terkait denga terselenggarakannya event ini. Dikarenakan selain sebagai salah satu ajang pengolahan bakat, event ini juga berperan sebagai tekanan bagi para siswa agar terpacu untuk terus berkembang. “Saya berharap dengan sangat semoga kedepannya event ini dapat lebih mencakup berbagai fan keilmuan dan klasifikasi didasarkan pada kemampuan bukan jenjang sekolah”. Ujarnya.
Alif juga menyampaikan harapannya setelah mengikuti ajang tersebut. “Semoga Allah SWT memudahkan langkah saya ke depan. Ilmu yang dipelajari melalui OSN semoga menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat. Saya berharap dapat terus istiqamah belajar, ikhlas dalam berproses, dan bertawakal terhadap hasil yang diperoleh. Semoga saya dapat membanggakan orang tua, guru, dan sekolah. Aamiin,” tuturnya.
Tahapan seleksi tingkat kabupaten ini menjadi pintu gerbang awal bagi kedua siswa untuk meraih kesempatan melaju ke OSN Tingkat Provinsi. Dukungan dan doa dari seluruh warga madrasah, guru, serta keluarga terus mengalir agar para delegasi mampu memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo di tingkat yang lebih tinggi.

Delegasi MA Ma’arif Nahdlatul Ummah Ponorogo Ikuti OSN Tingkat Kabupaten Tahun 2026 Read More »

Prof Ali Azis: KH Sayuti Farid, Kiai Literat Teladan Kepemimpinan Santri

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Jarakan, Ponorogo, menutup rangkaian puncak haul Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid pada Rabu (17/06/26) yang digelar di lingkungan pesantren.
“Haul abah ke-3 ini sangat berkesan menurut saya karena semakin tahun semakin meriah dan berkembang dalam beberapa aspek. Contohnya seperti rangkaian acara yang sangat bermanfaat mulai dari bahtsul masail, ziaroh maqbaroh, sima’an Al-Qur’an bil ghoib, dan terakhir adalah pengajian akbar bersama Prof. Dr. M. Ali Aziz dan Ust. Laits” Ungkap Anisa, salah satu santriwati Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat, di antaranya Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag., Ust. Laits Atsir, Drs. KH. Ansor M. Rusydi, KH. Mukhsin, KH. Dwi Agus Prayitno, M.Si., KH. Sholihan Al-Hafidz, KH. Moh. Thohari, H. Marjuni, S.Ag., M.Pd.I., Kapolsek Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., keluarga besar Yayasan Ittihadul Ummah Ponorogo, wali santri, serta masyarakat lingkungan sekitar.
Rangkaian acara dimulai setelah salat Subuh dengan khataman Al-Qur’an yang dipimpin oleh KH. Nasta’in, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an oleh para hafiz. Khataman berlangsung hingga pukul 15.30 WIB dan ditutup dengan doa khatmil Qur’an yang dipimpin oleh Ust. Anwar Sururi, Al-Hafidz.
Pada malam harinya, puncak haul digelar dengan pengajian akbar yang menghadirkan Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag. dan Ust. Laits Atsir, serta dimeriahkan oleh grup sholawat Iqtida Binnaby. Acara dimulai pukul 19.30 WIB dengan lantunan sholawat sebagai pembuka, kemudian dilanjutkan pembacaan Burdah oleh Ust. Laits.
Acara inti dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan dibuka oleh Gus Reza selaku pembawa acara. Setelah itu, pembacaan tahlil dipimpin oleh KH. M. Mukhsin dari Ponpes Darul Huda Mayak, dilanjutkan doa oleh Drs. KH. Ansor M. Rusydi. Sesi berikutnya diisi dengan sambutan keluarga ndalem sekaligus pembacaan biografi KH. Imam Sayuti Farid oleh KH. Syifaul Fuad. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penyerahan buku Genealogi karya KH. Imam Sayuti Farid serta foto beliau kepada Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dr. Idam Mustofa, M.Pd., selaku Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Ponorogo, dan Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si., selaku ketua DPRD Ponorogo.
Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M.Ag.Dalam tausiyahnya, Prof. Ali Aziz menyampaikan bahwa KH. Imam Sayuti Farid merupakan sosok ulama yang produktif dalam menulis. Salah satu karya beliau yang dikenal adalah Genealogi dan Jaringan Pesantren di Wilayah Mataram. Beliau juga menjelaskan bahwa buku Genealogi karya KH. Imam Sayuti Farid berisi catatan silsilah dan sejarah jalur keturunan (nasab) keluarga besar ulama di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, meliputi Madura, Pasuruan, dan Probolinggo.
“Di masa ketika belum ada komputer, Romo Yai Imam Sayuti Farid sudah menuliskan karya-karya penting yang tidak banyak ditulis orang, tetapi sangat dibutuhkan,” ungkap Prof. Ali Aziz.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menekankan pentingnya produktivitas karya. Menurutnya, setiap manusia memiliki potensi, namun perlu dorongan untuk mengeluarkannya, ibarat pasta gigi yang harus ditekan agar bisa keluar. Prof. Ali Aziz juga menyampaikan pesan reflektif, “Hiduplah, meskipun kelak kita sudah tidak hidup.” Maksudnya, setiap orang hendaknya meninggalkan karya atau jejak yang bermanfaat agar tetap dikenang meskipun telah tiada.
Ia menambahkan, meskipun KH. Imam Sayuti Farid telah wafat, karya-karyanya tetap hidup dan terus dibaca. Hal itu membuat kontribusi beliau tetap dikenang dan memberikan manfaat hingga saat ini.
KH. Imam Sayuti Farid dikenal sebagai seorang kiai yang memiliki dua dimensi penting dalam kehidupannya, yaitu sisi akhlak dan etos kerja, serta sisi individu yang saling melengkapi dalam membentuk peran beliau di tengah masyarakat. “Dalam sisi akhlak dan etos, yang patut kita teladani dari beliau adalah kecintaanya terhadap ilmu dan semangat belajar, beliau dulu pas mengajar di UINSA selalu meyempatkan pulang pada saat jadwalnya ngaji tafsir jalalain di pondok”. Ujar Gus Emka Nujhan Farhani.
Dari sisi individu, “beliau merupakan sosok kyai yang memadukan keteladanan, kedisiplinan, dan kedekatan sosial dalam kepemimpinannya. Ditempa oleh lingkungan keluarga pejuang dakwah dan pendidikan pesantren yang kuat, beliau tumbuh menjadi pribadi yang tekun, sederhana, serta memiliki kepekaan tinggi terhadap masyarakat. Selain itu beliau mempunyai karakter egaliter yakni tampak dari kemampuannya membangun hubungan yang hangat dan terbuka dengan santri tanpa mengurangi kewibawaan seorang kyai. Keramahan dan humor yang beliau miliki menjadikan dakwah dan pendidikan terasa lebih membumi, sehingga setiap orang merasa dihargai dan nyaman berinteraksi dengannya. Di balik sikapnya yang santai, beliau dikenal sangat disiplin, teliti, dan matang dalam memimpin, sehingga mampu menghadirkan keteladanan yang hidup melalui tindakan nyata sehari-hari”. Ungkap Nurul Khasanah.

Prof Ali Azis: KH Sayuti Farid, Kiai Literat Teladan Kepemimpinan Santri Read More »

PERKUAT SANAD, KELUARGA BESAR PONDOK PESANTREN ITTIHADUL UMMAH GELAR ZIARAH (Laporan Reportase Rangkaian HAUL ke-3 Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid)

Ponorogo – Keluarga besar Pondok Pesantern Ittihadul Ummah melaksanakan kegiatan Ziarah Makam ke wilayah Jetis, Ponorogo, Pada hari Senin (15/062026) pukul 16.00 WIB – selesai. Ziarah kali ini terasa berbeda dengan biasanya, karena ziarah ini merupakan bagian dari rangkaian dalam memperingati Haul ke-3 Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid, pendiri Pondok Pesantern Ittihadul Ummah.

Dalam kegiatan ini diikuti oleh pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah beserta keluarga, Ustadz-Ustadzah Madrasah Diniyah Wustha Al-Jariyah, para alumni, masyarakat sekitar, serta seluruh santri Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.

Tujuan dari kegiatan ziarah makam ini dilakukan tidak sekedar untuk kirim do’a dalam rangka Haul ke-3. Tetapi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mencari berkah (tabarrukan), menjalin ikatan silaturahmi sekaligus meneladani perjuangan Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid dan Kyai Ageng Muhammad Besari.

Perjalanan menuju wilayah Jetis dimulai pada pukul 16.00 WIB. Dalam transfortasi, seluruh santri menggunakan truk.Kemudian Para penggasuh menggunakan mobil pribadi dan Ustadz-Ustadzah menggunakan mobil milik Yayasan. Sedangkan para alumni dan warga menggunakan elf. Ziarah ini terdapat dua lokasi, pertama di makam Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid, Kradinan, Jetis, Ponorogo. Untuk lokasi kedua di komplek makam Kyai Ageng Muahmmad Besari, Tegalsari, Jetis, Ponorogo.

Setelah tiba di lokasi pertama, seluruh rombongan langsung menuju ke makam Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid untuk membaca tahlil singkat dan do’a bersama yang di pimpin oleh KH. Syifaul Fuad selaku pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. Dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjama’ah di masjid Al-Falah Kradinan.

Kemudian tiba dilokasi kedua, untuk  menunggu waktu Isya’ tiba, seluruh rombongan beristirahat dan makan bersama. Untuk pengasuh,  Ustadz-Ustadzah dan para alumni beradadiPendopo. Sedangkan para santri dan  masyarakat berada di area sekitar masjid Jami’ Tegalsari. Setelah Shalat Isya’ berjama’ah, seluruh rombongan langsung menuju ke area pemakaman Kyai Ageng Muhammad Besari untuk membaca istighosah dan do’a bersama yang di pimpin oleh KH. Ahmad Kirom selaku pengasuh Pondok Pesantren Ittihadul Ummah.

Setelah rangkaian do’a selesai, seluruh rombongan diberi kesempatan untuk menjelajahi area kuliner dan oleh-oleh disekitar makam. Disana terdapat berbagai jenis dagangan yang menarik, mulai dari makanan-minuman seperti pentol, batagor,  nasi goreng, es dawet jabung, es jerukdan lainnya.

Selain itu, disana juga tersedia oleh-oleh baik kuliner maupun non-kuliner  seperti aneka kripik, rengginang, jajan kering, atribut Reyog, kerajinan tangan dan perlengkapan ibadah. Setelah selesai berbelanja, para rombongan langsung diarahkan menuju transfortasi masing-masing untuk perjalanan pulang menuju pondok dengan tertib.

Demikian laporan mengenai kegiatan ziarah makam dalam rangka Haul ke-3 Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid oleh keluarga besar Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. Tim Al Ittihad News melaporkan.

Penulis:

Aprilia Putri Mutiara

Ayu Ni’matul Mahmudah

Editor:

Murdianto An Nawie

PERKUAT SANAD, KELUARGA BESAR PONDOK PESANTREN ITTIHADUL UMMAH GELAR ZIARAH (Laporan Reportase Rangkaian HAUL ke-3 Almaghfurlah KH. Imam Sayuti Farid) Read More »

BAHTSUL MASAIL SE KARESIDENAN MADIUN, AWALI RANGKAIAN HAUL KH. IMAM SAYUTI FARID

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Jarakan Ponorogo memulai rangakaian Haul dengan agenda Bahtsul Masail pada hari Ahad (14/06/26) yang dilaksanakan di Aula Sunan Kalijaga pukul 08.00 WIB – Selesai.

“Pelaksanaan haul di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang jasa dan keteladanan almarhum, tetapi juga sebagai sarana untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam bidang keilmuwan dan dakwah” ujar Ribhan selakupenanggung jawab kegiatan LBM. Salah satu agenda utama yang diangkat dalam rangkaian haul ini adalah Bahtsul Masail, yang berfungsi sebagai forum kajian dan musyawarah ilmiah dalam membahas berbagai persoalan keagamaan kontemporer.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai pondok pesantren yang ada di Ponorogo dan eks Karesidenan Madiun, dintarannya PP. Darun Naja, PP. Nurul Qur’an, PP. Darul Falah, PP. An-Najiyah, PP. Uyun Al-Hikam, PP. Al- Ittihad, PP. Staim, PP.Al-Basyariah, PP.Sholawat, PP. Mekar Agung, PP. Al Fatah Temboro, PP. Darul Huda Mayak, PP. Basmallah, PP. Darus Salam, PP. Al Amnaniyah, PP. Al- Ibanah, PP. Ittihadul Ummah (Ulya dan kelas 5), PP. Salafiyah Cokrokertopati, PP. Hidayatul Mustafidin dan MWC Sawoo.

Kegiatan LBM ini dibuka oleh M. Ahyan Nabil selaku pembawa acara. Dilanjutkan pembacaan tahlil singkat oleh KH. Ahmad Kirom. Dilanjutkan sambutan oleh KH. Syifaul Fuad selaku pengasuh pondok, diakhiri do’a yang dipimpin oleh KH. Nasta’in.

Dalam LBM kali ini terdapat 3 deskripsi masalah, salah satunya membahas mengenai sebuah sengketa pernikahan yang bermula dari kejadian pengantin perempuan pada dini hari 6 jam sebelum akad dimulai pergi bersama laki-laki lain yang diduga punya hubungan khusus, sehingga rencana nikah batal. Dari deskripsi tersebut muncul 2 soal yaitu: bagaimana hukum penuntutan ganti rugi dari mempelai laki-laki (musallim) ? dan bagaimana hukum penuntutan ganti rugi dari keluarga mempelai wanita kepada pelaku pembawa kabur mempelai wanita?

Rangkaian kegiatan inti LBM ini dimulai dengan pembacaan deskripsi soal oleh Ust. M. Rizal Aswarian. Dilanjutkan dengan tashawwur al-mas’alah oleh para peserta LBM, kemudian dilanjutkan dengan taḥqīq al-manāṭ/klarifikasi istilah, yaitu menjelaskan istilah-istilah penting dalam soal agar tidak terjadi salah persepsi.

Setelah itu masuk ke tahap inti, yaitu bahtsul dalil/istinbath hukum, di mana peserta mulai mencari jawaban dari kitab-kitab mu’tabar (kitab kuning). Kemudian ada munaqasyah (debat ilmiah), yaitu saling menguatkan atau mengkritisi pendapat dan dalil yang dibawa. Setelah itu dilakukan tahqīq dan tarjih, yaitu memilih pendapat yang paling kuat jika ada perbedaan. Terakhir masuk ke taqrīr jama’ī, yaitu perumusan keputusan akhir bersama yang kemudian dibacakan sebagai hasil bahtsul masail.

Kegiatan LBM ditutup dengan pembacaan surah Al Fatihah yang dipimpin oleh mushokhih LBM, kemudian dilanjutkan dengan sarasehan. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib, diharapkan melalui kegiatan ini dapat memperluas wawasan mengenai permasalahan kehidupan sehari-hari dan dapat menyikapi berbagai persoalan yang ada dengan lebih bijak dan teliti.

Penulis :

Aprilia Putri Mutiara

Ayu Ni’matul Mahmudah

Editor :

Murdianto An Nawie

BAHTSUL MASAIL SE KARESIDENAN MADIUN, AWALI RANGKAIAN HAUL KH. IMAM SAYUTI FARID Read More »

Yayasan Al-Ittihad Ponorogo Gelar Rapat Tahunan dan Laporan Keuangan Akhir Tahun

Ponorogo — Yayasan Al-Ittihad Ponorogo mengadakan kegiatan rapat tahunan pada hari Sabtu (30/05/2026) di Rumah Makan Citra Alam, Jl. Tribusono, Sambirejo, Cokromenggalan, Ponorogo.

Rapat dihadiri oleh jajaran pengurus inti Yayasan, Kepala MA Ma’arif Nahdlatul Ummah, MTs Ma’arif 1 Ponorogo dan Madrasah Diniyah Wustho Al-Jariyah. Selain itu, dihadiri juga oleh bendahara dari berbagai lembaga yang meliputi bendahara kasir, bendahara Kantin, bendahara dapur, bendahara MA Ma’arif Nahdlatul Ummah, MTs Ma’arif 1 Ponorogo, Madrasah Diniyah Wustho Al-Jariyah dan bendahara AVADA.

“Kegiatan tersebut diselenggarakan sesuai dengan bangunan awal yang telah diletakan oleh Muasis Yayasan Al-Ittihad Ponorogo, Yaitu KH. Imam Sayuti Farid. Beliau yang mensyaratkan dilaksanakannyakegiatan wajib sebuah Yayasan, sebagaimana amanat UU Yayasan. Dan ini akan dilaksanakan secara rutin di setiap awal tahun, setidaknya akhir bulan ke 5” ujar KH. Nasta’in.

Sebelum memasuki acara formal, diisi dengan tahlilan bersama yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom. Masuk pada acara formal, diawali dengan sambutan oleh H. Syaikhudin Nasir selaku ketua pembina Yayasan Al-Ittihad Ponorogo dan KH. Nastain selaku pemimpin pondok pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo yang memimpin rapat pada acara tersebut. Selanjutnya, masing-masing dari bendahara menyampaikan terkait laporan keuangan akhir tahun dari setiap lembaga serta membahas kendala yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir dengan menyertakan solusi untuk menyelesaikan permasalahan. Kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terkait bagaimana perkembangan administrasi lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Al-Ittihad Ponorogo.

Kegiatan rapat ditutup dangan do’a bersama dan sarasehan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh lembaga di bawah naungan Yayasan Al-ittihad Ponorogo dapat meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan serta mampu memberikan pendidikan yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Yayasan Al-Ittihad Ponorogo Gelar Rapat Tahunan dan Laporan Keuangan Akhir Tahun Read More »

Haflah Akhirussanah PonPes Ittihadul Ummah Berlangsung Meriah

Ponorogo – Pondok Pesantren Ittihadul Ummah menggelar kegiatan Haflah Akhirussanah pada Sabtu, 23 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.30 WIB. Kegiatan tahunan ini menjadi momentum peresmian sekaligus perayaan kelulusan santri kelas 9 MTs Ma’arif 1 Ponorogo, kelas 12 MA Ma’arif Nahdlatul Ummah, kelas 6 Madrasah Diniyah Wustho Al-Jariyah, serta santri Madrasah Murotilil Qur’an.

Acara dihadiri oleh seluruh santri, dewan guru, wali santri, alumni, serta tamu undangan. Sebelum memasuki acara formal, para santri menampilkan berbagai penampilan, seperti lalaran Nadhom Amsilatut Tasrifiyah oleh santri kelas 9, lalaran Nadhom Alfiyah Ibnu Malik oleh santri kelas 6, dan tilawatil Qur’an dari santri MMQ. Setelah itu, dilaksanakan parade wisudawan menuju tempat yang telah disediakan.

Rangkaian acara formal diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars Madrasah. Selanjutnya, KH. Ahmad Kirom membacakan surat kelulusan yang dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan serta pembacaan teks pengukuhan oleh Dr. KH. Nastain. Ikrar alumni disampaikan oleh Muhammad Alvin.

Acara semakin khidmat dengan pelaksanaan uji publik kitab Fathul Qarib oleh KH. Muhammad Syifaul Fuad kepada dua perwakilan santri, yakni Ribhan Mazid Rahmatulloh dan Fina Zubdatus Sa’adah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kemenag Ponorogo Bapak Mohamad Thohari, S.Ag., M.H., perwakilan alumni Hadid Alfhat Rivanto, perwakilan wali santri Bapak Sadali, S. Pd, serta pengasuh pondok pesantren KH. Muhammad Syifaul Fuad.

Selain itu, dibacakan pula surat keputusan siswa berprestasi oleh Bapak Wahid Syamsul Arifin. Acara ditutup dengan persembahan dari para wisudawan dan doa yang dipimpin oleh KH. Ahmad Kirom. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para peserta mengikuti sesi foto bersama sebelum acara resmi berakhir pada pukul 11.30 WIB dengan lancar dan penuh khidmat.

Haflah Akhirussanah PonPes Ittihadul Ummah Berlangsung Meriah Read More »

Scroll to Top